Edukasi

Memilih Temperature Sensor untuk Kapal: Tahan Korosi Air Laut, Getaran, dan Aman di Area Berbahaya

AAndreas Budi Ekayana Oktober 16, 2026 2 menit baca 22 kali dibaca
Memilih Temperature Sensor untuk Kapal: Tahan Korosi Air Laut, Getaran, dan Aman di Area Berbahaya

Sensor temperatur yang bekerja baik di pabrik darat belum tentu bertahan lama di atas kapal. Udara laut membawa garam yang mempercepat korosi, mesin dan baling-baling menimbulkan getaran terus-menerus, dan ruang di sekitar tangki sering sangat terbatas. Karena itu, pemilihan sensor untuk kapal perlu mempertimbangkan kondisi lingkungan sama seriusnya dengan rentang temperatur yang diukur.

Korosi menjadi masalah pertama yang perlu diantisipasi. Kabut garam bisa masuk ke ruang mesin dan menempel di kepala sensor, terminal, dan kabel. Material stainless steel 316 umumnya lebih tahan terhadap lingkungan laut dibanding stainless steel 304, dan sering dipilih untuk selubung sensor maupun thermowell. Kepala sensor dan enclosure transmitter juga sebaiknya tertutup rapat dengan cable gland yang sesuai agar uap air dan garam tidak masuk ke sambungan listrik.

Getaran adalah tantangan berikutnya. Sensor yang dipasang dekat mesin induk, generator, atau pompa akan menerima getaran sepanjang kapal beroperasi. Getaran ini dapat membuat elemen sensor retak atau sambungan kabel kendur, sehingga pembacaan menjadi tidak stabil. Konstruksi mineral insulated, thermowell dengan ukuran yang tepat, dan penyangga kabel yang baik membantu sensor bertahan lebih lama.

Pada kapal pengangkut LPG, LNG, atau kapal tanker, sebagian area termasuk zona berbahaya karena adanya uap yang mudah terbakar. Sensor dan transmitter yang dipasang di area ini harus memiliki perlindungan yang sesuai, misalnya enclosure explosion-proof atau sistem intrinsically safe. Pemilihan jenis perlindungan sebaiknya mengikuti klasifikasi area yang ditetapkan untuk kapal tersebut.

Ruang pemasangan juga sering menjadi kendala. Tangki di kapal punya bentuk dan akses yang berbeda-beda, dan titik pemasangan kadang hanya bisa dijangkau dari satu sisi. Panjang probe, jenis koneksi, dan arah kabel yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan akan memudahkan pemasangan sekaligus perawatan di kemudian hari.

Kapal juga harus memenuhi ketentuan badan klasifikasi seperti BKI, DNV, ABS, atau lainnya, tergantung registrasi kapal. Untuk sistem yang berkaitan dengan keselamatan, pastikan spesifikasi sensor dan transmitter didiskusikan bersama tim teknis kapal dan pihak yang menangani persetujuan klasifikasi.

Data yang lengkap akan mempercepat proses pemilihan. Siapkan informasi tentang media yang diukur, rentang temperatur, lokasi pemasangan, ukuran koneksi, panjang probe, kebutuhan output sinyal, serta klasifikasi area di titik pemasangan.

CV. Rach Tekindo Makmur menyediakan Temperature Sensor & Temperature Transmitter untuk berbagai kebutuhan instrumentasi industri. Jika Anda membutuhkan sensor, transmitter, maupun konsultasi konfigurasi dan pemasangan untuk sistem temperatur, hubungi WhatsApp 0877-8620-5656 untuk mendiskusikan kebutuhan teknis dan meminta penawaran sesuai aplikasi yang diperlukan.

Butuh konsultasi instrumen?

Tim kami siap membantu memilih produk yang tepat untuk kebutuhan Anda.

Hubungi via WhatsApp

Telah dibaca 22 kali.

Artikel Terkait

Link disalin