Edukasi

Monitoring Temperatur Tangki Bahan Bakar, Oli Hidrolik, dan Tangki Kargo LPG/LNG di Kapal

AAndreas Budi Ekayana Oktober 16, 2026 2 menit baca 14 kali dibaca
Monitoring Temperatur Tangki Bahan Bakar, Oli Hidrolik, dan Tangki Kargo LPG/LNG di Kapal

Pengukuran tangki di kapal sering hanya dikaitkan dengan level. Padahal, angka level saja belum cukup untuk mengetahui jumlah dan kondisi isi tangki yang sebenarnya. Volume cairan berubah mengikuti temperatur, dan pada beberapa jenis tangki, temperatur justru menjadi parameter keselamatan yang utama.

Pada tangki bahan bakar, temperatur dibutuhkan untuk menghitung jumlah bahan bakar secara akurat. Bahan bakar memuai saat panas dan menyusut saat dingin, sehingga level yang sama bisa berarti massa yang berbeda. Dengan menggabungkan data level dan temperatur, perhitungan sisa bahan bakar menjadi lebih tepat, baik untuk perencanaan pelayaran maupun saat bunkering. Untuk kapal yang memakai heavy fuel oil, sensor temperatur di tangki juga mengendalikan pemanas agar bahan bakar tetap mudah dipompa tanpa dipanaskan berlebihan.

Tangki oli hidrolik melayani steering gear, crane, winch, dan tutup palka. Oli yang bekerja terlalu panas akan cepat teroksidasi dan mempercepat keausan seal serta pompa. Sensor di tangki memberi peringatan dini ketika cooler tidak bekerja baik atau sistem dibebani terlalu lama. Di perairan dingin, data temperatur yang sama membantu kru memastikan oli sudah cukup hangat sebelum sistem dioperasikan penuh.

Kapal pengangkut gas memiliki tantangan yang jauh berbeda. LPG pada kapal dengan sistem pendingin penuh disimpan di sekitar −45 °C, sedangkan LNG disimpan di sekitar −162 °C. Pada kondisi ini, temperatur muatan menunjukkan apakah sistem pendingin dan insulasi tangki bekerja sesuai rancangan. Sensor biasanya dipasang di beberapa ketinggian tangki, dari bawah sampai atas, untuk melihat sebaran temperatur muatan dan memantau proses pendinginan tangki sebelum pemuatan.

Untuk rentang temperatur sangat rendah seperti ini, RTD Pt100 menjadi pilihan yang umum karena tetap akurat dan stabil jauh di bawah titik beku. Material, konstruksi, dan cara pemasangan sensor di tangki kargo harus mengikuti persyaratan untuk area berbahaya dan ketentuan badan klasifikasi kapal.

Data temperatur dan level dari berbagai tangki ini umumnya dikirim ke sistem monitoring di ruang kontrol kargo atau engine control room. Temperature transmitter dengan output 4–20 mA memudahkan integrasi dengan sistem yang sama yang menerima sinyal dari level transmitter, sehingga kru dapat melihat kondisi tiap tangki dalam satu tampilan.

CV. Rach Tekindo Makmur menyediakan Temperature Sensor & Temperature Transmitter untuk berbagai kebutuhan instrumentasi industri. Jika Anda membutuhkan sensor, transmitter, maupun konsultasi konfigurasi dan pemasangan untuk sistem temperatur, hubungi WhatsApp 0877-8620-5656 untuk mendiskusikan kebutuhan teknis dan meminta penawaran sesuai aplikasi yang diperlukan.

Butuh konsultasi instrumen?

Tim kami siap membantu memilih produk yang tepat untuk kebutuhan Anda.

Hubungi via WhatsApp

Telah dibaca 14 kali.

Artikel Terkait

Link disalin