Edukasi

Memilih Material Temperature Sensor untuk Bak Asam, Basa, dan Air Ultramurni di Pabrik Panel Surya

AAndreas Budi Ekayana Oktober 16, 2026 3 menit baca 12 kali dibaca
Memilih Material Temperature Sensor untuk Bak Asam, Basa, dan Air Ultramurni di Pabrik Panel Surya

Di pabrik panel surya, sensor temperatur yang dipasang di bak kimia tidak cukup hanya akurat. Sensor itu harus bertahan bertahun-tahun terendam larutan asam atau basa, dan sekaligus tidak boleh melepaskan kontaminan ke dalam larutan. Banyak masalah di proses basah berawal dari pemilihan material pelindung sensor yang kurang tepat.

Tantangan terbesar biasanya datang dari asam fluorida (HF), yang dipakai untuk etching dan menghilangkan lapisan oksida pada wafer. HF bereaksi dengan kaca dan kuarsa, sehingga sensor dengan pelindung berbahan gelas tidak bisa dipakai di bak ini. Campuran HF dan HNO3 juga cepat merusak sebagian besar logam, termasuk stainless steel, terutama saat temperatur larutan naik.

Untuk bak berisi HF atau campuran asam kuat, pilihan yang umum adalah sensor dengan selubung atau lapisan fluoropolimer seperti PTFE atau PFA. Material ini tahan terhadap hampir semua bahan kimia di proses basah dan tidak melepaskan ion logam ke larutan. Konsekuensinya, respons sensor sedikit lebih lambat dibanding sensor berselubung logam karena plastik menghantarkan panas lebih lambat, sehingga hal ini perlu diperhitungkan saat menyetel pengendali temperatur bak.

Bak texturing alkali dengan KOH atau NaOH panas memiliki karakter yang berbeda. Stainless steel 316 memang lebih tahan terhadap basa dibanding terhadap HF, tetapi di lini sel surya ada pertimbangan lain, yaitu kebersihan. Ion logam seperti besi atau nikel yang terlepas dalam jumlah sangat kecil saja dapat menempel di permukaan wafer dan menurunkan efisiensi sel. Karena itu, banyak pabrik tetap memilih selubung fluoropolimer untuk bak yang bersentuhan langsung dengan wafer.

Sistem air ultramurni membutuhkan pendekatan yang mirip. Air dengan resistivitas mendekati 18,2 MΩ·cm sangat mudah terkontaminasi, sehingga bagian sensor yang menyentuh air harus berbahan yang tidak melepaskan ion. Di sisi lain, untuk jalur air pendingin dan utilitas yang tidak bersentuhan dengan produk, stainless steel 316 umumnya sudah memadai dan lebih ekonomis.

Material yang tepat juga perlu diikuti cara pemasangan yang benar. Kabel dan kepala sensor di atas bak tetap terpapar uap asam, sehingga enclosure dan cable gland sebaiknya dipilih yang tahan korosi dan rapat. Jika sinyal dikirim ke PLC melalui temperature transmitter 4–20 mA, posisikan transmitter di luar area uap kimia atau di dalam panel yang terlindung.

Sebelum memesan sensor untuk proses basah, siapkan daftar bahan kimia beserta konsentrasinya, rentang temperatur bak, kedalaman larutan, serta cara pemasangan sensor di bak. Data ini membantu menentukan material, panjang probe, dan konfigurasi yang paling sesuai.

CV. Rach Tekindo Makmur menyediakan Temperature Sensor & Temperature Transmitter untuk berbagai kebutuhan instrumentasi industri. Jika Anda membutuhkan sensor, transmitter, maupun konsultasi konfigurasi dan pemasangan untuk sistem temperatur, hubungi WhatsApp 0877-8620-5656 untuk mendiskusikan kebutuhan teknis dan meminta penawaran sesuai aplikasi yang diperlukan.

Butuh konsultasi instrumen?

Tim kami siap membantu memilih produk yang tepat untuk kebutuhan Anda.

Hubungi via WhatsApp

Telah dibaca 12 kali.

Artikel Terkait

Link disalin