Pemilihan temperature sensor yang tepat sangat penting dalam sistem pengukuran suhu industri. Setiap proses memiliki kondisi yang berbeda, sehingga sensor yang digunakan untuk satu aplikasi belum tentu sesuai untuk aplikasi lainnya.
Tiga jenis sensor yang banyak digunakan untuk pengukuran temperatur adalah RTD Pt100, Thermocouple Type K, dan Thermistor. Ketiganya sama-sama digunakan untuk mendeteksi perubahan suhu, tetapi memiliki prinsip kerja dan karakteristik yang berbeda.
RTD Pt100
RTD atau Resistance Temperature Detector merupakan sensor temperatur yang bekerja berdasarkan perubahan resistansi listrik akibat perubahan suhu. Salah satu jenis RTD yang paling banyak digunakan dalam aplikasi industri adalah Pt100.
Nama Pt100 berasal dari karakteristik elemen platinum yang memiliki resistansi nominal 100 ohm pada suhu 0°C. Ketika temperatur berubah, nilai resistansinya juga berubah dan perubahan tersebut digunakan untuk menentukan temperatur yang sedang diukur.
Pt100 banyak digunakan pada proses industri karena dapat memberikan pengukuran temperatur yang stabil dan cocok untuk berbagai kebutuhan monitoring proses. Sensor ini dapat ditemukan pada pipa, tangki, mesin, heat exchanger, boiler, dan peralatan proses lainnya.
Thermocouple Type K
Berbeda dengan RTD, Thermocouple Type K bekerja berdasarkan efek thermoelectric. Sensor ini menggunakan dua jenis logam yang menghasilkan tegangan listrik ketika terdapat perbedaan temperatur.
Type K merupakan salah satu thermocouple yang banyak digunakan untuk kebutuhan pengukuran temperatur industri. Sensor ini dapat digunakan pada berbagai aplikasi seperti furnace, oven, mesin, boiler, dan proses pemanasan lainnya.
Karakteristik thermocouple membuatnya sesuai untuk aplikasi yang membutuhkan respons temperatur dan konfigurasi sensor yang sesuai dengan kondisi proses.
Thermistor
Thermistor juga bekerja berdasarkan perubahan resistansi terhadap perubahan temperatur. Namun, karakteristik perubahan resistansinya berbeda dari RTD.
Thermistor umumnya memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap perubahan temperatur pada range tertentu. Karena karakteristik tersebut, penggunaannya perlu disesuaikan dengan range temperatur dan kebutuhan aplikasi.
Dalam sistem industri, thermistor dapat digunakan pada aplikasi tertentu yang membutuhkan sensor temperatur dengan karakteristik resistansi yang sesuai.
Apa Perbedaan Ketiganya?
Perbedaan utama RTD Pt100, Thermocouple Type K, dan Thermistor terletak pada prinsip pengukuran dan karakteristik sinyal yang dihasilkan.
RTD Pt100 menggunakan perubahan resistansi pada elemen platinum. Thermocouple Type K menghasilkan tegangan akibat efek thermoelectric, sedangkan thermistor menggunakan perubahan resistansi yang memiliki karakteristik khusus terhadap temperatur.
Karena prinsip kerjanya berbeda, pemilihan sensor sebaiknya tidak hanya berdasarkan jenis sensor yang paling umum digunakan. Kondisi proses, temperatur yang diukur, media, metode pemasangan, kebutuhan akurasi, serta sistem instrumentasi perlu dipertimbangkan.
RTD Pt100 atau Thermocouple untuk Industri?
Pertanyaan ini sering muncul ketika menentukan temperature sensor untuk aplikasi industri. Tidak ada satu jenis sensor yang dapat digunakan untuk seluruh kondisi proses.
RTD Pt100 dapat menjadi pilihan ketika sistem membutuhkan pengukuran berbasis resistansi dengan karakteristik yang sesuai untuk aplikasi proses. Sementara itu, thermocouple dapat digunakan pada aplikasi yang membutuhkan karakteristik thermoelectric sensing, termasuk berbagai proses pemanasan.
Pada aplikasi tertentu, thermistor juga dapat digunakan apabila karakteristik sensor tersebut sesuai dengan kebutuhan pengukuran.
Setelah jenis sensor ditentukan, sinyalnya dapat dihubungkan ke temperature transmitter apabila diperlukan transmisi menuju sistem kontrol.
Peran Temperature Transmitter
Temperature transmitter berfungsi mengolah sinyal yang berasal dari sensor seperti RTD, thermocouple, atau jenis sensor lainnya menjadi output yang dapat digunakan oleh sistem kontrol.
Output 4–20 mA merupakan salah satu sinyal yang umum digunakan dalam sistem instrumentasi industri. Dengan transmitter, hasil pengukuran temperatur dapat dikirim menuju PLC, DCS, SCADA, maupun sistem monitoring lainnya.
Pemilihan transmitter juga perlu disesuaikan dengan jenis input sensor yang digunakan. Transmitter untuk RTD Pt100, misalnya, harus memiliki input yang sesuai dengan karakteristik RTD tersebut. Hal yang sama berlaku untuk thermocouple maupun thermistor.
Memilih Sensor Temperatur yang Sesuai
Pemilihan antara RTD Pt100, Thermocouple Type K, dan Thermistor sebaiknya dilakukan berdasarkan kondisi aplikasi secara keseluruhan. Temperatur proses, jenis media, lokasi pemasangan, kebutuhan sistem kontrol, serta jenis output yang dibutuhkan menjadi bagian penting dalam menentukan konfigurasi.
Dengan memilih sensor yang sesuai sejak awal, sistem pengukuran temperatur dapat bekerja lebih stabil dan lebih mudah diintegrasikan dengan sistem kontrol industri.
CV. Rach Tekindo Makmur menyediakan Temperature Sensor & Temperature Transmitter untuk kebutuhan pengukuran temperatur pada berbagai aplikasi industri. Jika Anda membutuhkan RTD Pt100, Thermocouple, Thermistor, atau transmitter untuk integrasi PLC, DCS, dan SCADA, hubungi WhatsApp 0877-8620-5656 untuk mendiskusikan kebutuhan teknis dan meminta penawaran sesuai konfigurasi yang diperlukan.